PEMAKNAAN IDEOLOGI PARTAI POLITIK BERAZASKAN ISLAM DI MEDIA OLEH DOSEN
(Analisis Pemaknaan Ideologi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Koran Kompas oleh Dosen Universitas Indonesia)
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif Semester Genap

nb : saya bukan orang PKS :D
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Dalam setiap pergantian pemerintahan, Indonesia mengalami penerapan sistem politik yang berbeda. Setelah masa reformasi, yang ditandai dengan runtuhnya pemerintahan orde baru, sistem pemerintahan Indonesia berupaya untuk mengadopsi dan menerapakan sistem demokrasi. Salah satu indikatornya adalah bertumbuh-kembangnya partisipasi politik warga negara. Pertumbuhan partisipasi politik di Indonesia dapat dilihat dari gejalanya, yakni semakin banyaknya partai politik yang tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan ini tidak hanya dari aspek kuantitas tetapi juga dari aspek keragaman ideologi partai politik yang dianut. Salah satunya adalah munculnya kembali partai-partai politik yang mengusung azas keagamaan dalam ranah politik, khususnya azas Islam. Indonesia sebagai negara yang hampir semua penduduknya beragama Islam memiliki beberapa partai politik yang berazaskan Islam. Sebut saja seperti Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah, dan Partai Bintang Reformasi. Dalam penelitian ini objek penelitian yang dipilih adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pilihan ini didasarkan pada fakta bahwa PKS, sebagai partai politik berazaskan Islam dan tergolong baru, mengalami peningkatan suara yang sangat signifikan dari pemilihan umum (pemilu) tahun 2004 dan 1999. Peningkatan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan partai politik lain yang sama-sama berazaskan Islam dan cukup signifikan jika dibandingkan dengan partai politik lain yang sekuler (bukan berideologikan agama). Hal tersebut terlihat dalam data berikut ini[1] : Read more…
Ideologi dan Hegemoni dalam Film G30S / PKI Sebuah Analisis Kritis

BAB I PENDAHULUAN
Film G30S / PKI merupakan tontonan wajib bagi penduduk Indonesia ketika masa pemerintahan Orde Baru setiap tanggal 30 September. Film yang diproduksi tahun 1984 ini merupakan versi resmi pemerintah Orde Baru yang memang wajib ditayangkan oleh stasiun TV (kala itu TVRI sebagai televisi satu-satunya dan juga berlaku ketika televisi swasta muncul). Film berdurasi 220 menit ini menceritakan kembali kejadian sejarah yakni tanggal 30 September hingga 5 Oktober 1965.
Pada intinya film ini berusaha menjelaskan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) lah yang bertanggungjawab atas peristiwa 30 September 1965 yang lalu. PKI yang bertanggungjawab atas tewasnya 6 jenderal dan 1 perwira Angkatan Darat yang saat ini kita kenal sebagai pahlawan Revolusi. Peristiwa 30 Septemebr 1965, dalam film tersebut, dikatakan sebagai upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI yang bekerjasama dengan pasukan Cakrabirawa. Pasukan Cakrabirawa adalah pasukan khusus pengawal presiden Soekarno saat itu yang juga merupakan anggota Angkatan Darat. Upaya ini kemudian digagalkan oleh Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Mayor Jendral. Read more…
Hujan, hapuskanlah..
Kurindukan hujan itu,
Membasahi tanah-tanah kering tak bertuan..
Menggugurkan kelopak-kelopak kering tak berharap..
Mengaliri sungai-sungai kerontang tak beranak..
Hujan…
Hapuskanlah jejak-jejak indah yang terpahat dalam benakku..
Agar tak ubah ia jadi onak..
Hujan…
Ajari aku tentang ikhlas,
jatuh kemudian mengalir, menggenang lalu hilang..
Depok, 261009
Benang Basah tak Akan Tegak Tanpa Tonggak
Kuingin belai dahimu di pangkuanku..
Merasakan pedih yang tak kau urai dalam kata..
Perih kulihat tetesmu jatuh sedangkan kau hanya diam..
Kusunggingkan senyum seindah yang aku mampu..
Tak mungkin kularut dalam tangismu,
karena benang basah tak akan tegak tanpa tonggak
Bukan ku tak mengerti, justru karena aku sangat mengerti..
(for everyone that I love, yang menjadikan pangkuanku sebagai sandarannya, depok 201009)
Just So Like This
Entah,
Malam ini hanya galau
Tak pula ku tahu sebabnya
Membuatku resah dan memilih untuk beranjak dari peraduanku
Menyapa malam dalam maya
hanya untuk mengalihkan pikirku, gundahku
rasa ini menyakitkan, melelahkan
Tapi aku tak tahu apa itu
bagaimana aku mendeskripsikannya
entahlah…
Nasehat demi nasehat hanya terdengar platonis di telingaku
teoretis, sungguh
bagaimana bibir bisa berkata bijak sementara pikir, hati, benak terkoyak?
Kembali lagi ku pada keadaan ini
yang sudah kucoba untuk mengalihkan “dunia”ku
ah, kau tak bisa pergi ya?
Aduuhhh… Maag..
Apa sih sakit maag itu?
Sakit maag adalah nama akrab dari salah satu gangguan pada sistem pencernaan kita.? Dalam dunia kesehatan, istilah yang dipakai adalah ulkus peptikum (tukak peptik), yang bisa menyerang lambung maupun duodenum. Lambung dan duodenum adalah bagian dari organ pencernaan kita. Sebagaimana kalian ketahui, sistem pencernaan kita terdiri dari bermacam-macam organ, yang dimulai dari mulut hingga anus. Lambung dan duodenum ini adalah tempat mencerna makanan tahap kedua setelah makanan dicerna di mulut kita. Gangguan or radang pada lambung dan duodenum ini juga disebut sebagai gastritis dari duodenitist. Read more…
Cinta, Rindu, dan Cemburu
Cinta ???
Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.
Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.
1. Cinta (AI-Hubb)
Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua. Read more…
Beberapa Masalah Seputar Cinta dan Ta’aruf
Bismillah. Assalaamu’alaykum warahmatullah.
Cukup mengejutkan kami, ternyata cukup banyak akhwat yang punya masalah dalam hal ini pada proses mereka menuju pernikahan. Maka kami sebarkan juga link artikelnya melalui ini dengan harapan dapat lebih meluas manfaatnya insya Allah. Baarokallohufiikum.
oleh : Abu Husain Munajat Al-Aruny
—————————————————————————————————————————
Permasalahan pra nikah…
- Bolehkah menyatakan rasa cinta, sebelum berlangsungnya pernikahan?
- Bolehkah dalam ta’aruf menyatakan kesungguhan akan menikahi tapi masih agak lama (bbrp bulan – tahun) karena suatu alasan tertentu? (misalnya belum siap dalam waktu dekat)
- permasalahan lainnya; bagaimana mencari calon yang baik dan sesuai, dgn langkah2 yang syar’i ?
Alhamdulillah, untuk masalah pertama mengenai menyatakan cinta (entah dengan perkataan atau perbuatan), ternyata sudah ada yang menukilkannya di sini: http://menikahsunnah.wordpress.com/cinta/
Tadinya kami mau mengutip penjelasan yang kami ingat dari buku itu, alhamdulillah yang ada di sana insya Allah lebih mencukupi daripada kalau kami yang menuliskan. Silahkan disimak sendiri di situ. Kesimpulannya, tidak boleh.
Wallahu a’lam.
Ana kutip saja bbrp hal penting dari artikel tsb.
Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya) :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,… “,… Baca Selengkapnya
(Q.S Ali-Imran : 14)
Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan.
Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala.
Yang perlu dipahami, bahwa cinta atau kecenderungan hati itu adalah hiasan yang Allah beri kepada manusia. Terkadang ia bisa muncul karena sesuatu yang asalnya haram seperti pandangan kepada bukan mahromnya, berkhalwat, adanya tabarruj oleh si wanita, ikhtilat, atau lainnya. Maka yang terganjar adalah amalan-amalan haram ini. Jika ia segera bertaubat dengan benar maka Allah mengampuninya, sedangkan rasa yang masih membekas di hatinya itu disyariatkan agar ia tahan dan simpan, ia menjaga kehormatan dirinya dengan tidak mengarahkan hasrat hatinya kepada suatu amalan yang haram selanjutnya. Misalnya melanjutkan dengan pembicaraan, penyampaian, pandangan lanjutan, hingga amalan zina lainnya yang lebih jauh. Pernyataan cinta kepada yang belum berhak untuk mendapatkannya, itu adalah salah satu bentuk mewujudkan apa yang ada di hatinya itu menjadi suatu amalan dhahir yang terganjar. Read more…
Siapa Bilang Pacaran Haram ??!!!
sumber : http://alhijroh.co.cc/fiqih-tazkiyatun-nafs/siapa-bilang-pacaran-haram/
Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim jami’an.
Adalah suatu hal yang telah menyebar luas dikalangan masyarakat sebuah kebiasaan yang terlarang dalam islam namun sadar tak sadar telah menjadi suatu hal yang sangat sering kita lihat bahkan sebahagian orang menganggapnya adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, kebiasan tersebut adalah apa yang disebut sebagai pacaran. Oleh karena itu maka penulis mencoba untuk memaparkan sedikit tinjauan islam tentang hal ini dengan harapan penulis dan pembaca sekalian dapat memahami bagaimana islam memandang pacaran serta kemudian dapat menjauhinya.
Pacaran yang dikenal secara umum adalah suatu jalinan hubungan cinta kasih antara dua orang yang berbeda jenis yang bukan mahrom dengan anggapan sebagai persiapan untuk saling mengenal sebelum akhirnya menikah[1]. Inilah mungkin definisi pacaran yang banyak tersebar dikalangan muda-mudi. Maka atas dasar inilah kebanyakan orang menganggap bahwa hal ini adalah suatu yang boleh-boleh saja, bahkan lebih parahnya lagi dianggap aneh kalau menikah tanpa pacaran terlebih dahulu –wal ‘iyyadzubillah –. Lalu jika demikian bagaimanakah tinjauan islam tentang hal ini? Berikut penulis coba jelaskan sedikit kepada pembaca –sesuai dengan ilmu yang sampai kepada penulis– bagaimana islam memandang pacaran.
Pacaran adalah suatu yang sudah jelas keharamannya dalam islam, dalil tentang hal ini banyak sekali diantaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :
وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32). Read more…
Hadist seputar Bersuci
Islam sangat menekankan masalah kesucian. Untuk itulah bab Thaharah (bersuci) berada di awal buku-buku fiqih ibadah. Perkara bersuci ini menjadi hal yang penting dan utama karena menjadi syarat sahnya sholat. Berikut adalah beberapa hadist yang terkait dengan perkara bersuci : 
1. Kewajiban bersuci ketika salat
-
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Salat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudu. (Shahih Muslim No.330)
2. Cara wudu dan kesempurnaannya
-
Hadis riwayat Usman bin Affan ra.:
Bahwa Ia (Usman ra.) minta air lalu berwudu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan mengeluarkan air dari hidung. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, lantas membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, tangan kirinya juga begitu. Setelah itu mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian berkata: Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudu seperti wuduku ini, lalu beliau bersabda: Barang siapa yang berwudu seperti cara wuduku ini, lalu salat dua rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara dengan hatinya sendiri, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. (Shahih Muslim No.331)
3. Keutamaan wudu dan salat sunat wudu
-
Hadis riwayat Usman ra.:
Dari Abu Anas bahwa Usman ra. berwudu di kedai dan berkata: Maukah aku tunjukkan cara wudu Rasulullah saw.? Kemudian ia berwudu tiga kali tiga kali. (Shahih Muslim No.337) Read more…
















Recent Comments