Jalanan Itu..

Image

pada suatu waktu mungkin..
pernah ku menemui jalan seolah panjang tanpa ujung
kemudian kumerasa lelah untuk mengetahui kemana akhirnya
penuh ketidakpastian bisa jadi gelap bisa jadi terang yang ada disana
namun berat pula melangkah kembali ke belakang
akhirnya pun melangkah terus dengan bekal bayangan dan perkiraan yang kubuat sendiri tentang ujung jalan itu
jika sesekali cahaya menghampiri maka semakin cepat kuberjalan, mungkin sampai setangah berlari.
tapi kala gelap datang menyapa walau sebentar langkahku terhenti
bisa saja kemudian diam tak bergerak, atau dengan menangis manja memutar arah langkahku
atau…
terus saja berjalan dengan pelan-pelan, mungkin bahkan berjinjit hingga tak terdengar langkahku
hanya karena aku pernah melihat cahaya, dengan harapan pasti ia akan datang lagi
lalu pikir dan ucapku pun melantun.. menggema sepanjang jalanan itu sambil terus menggerakkan kaki untuk maju.
ya, karena yg ada di belakang tak bisa kau ajak serta selamanya.. ia hanya kenangan, yang bisa diambil pelajaran
ia akan menjadi harapan
ia juga akan menjadi ancaman
tapi jalanan ini butuh hati yang kuat, hati yang yakin bahwa hanya ada satu. satu-satunya penolong yang akan dengan mudah memberi cahaya yang aku butuhkan ketika ku pinta/tidak sama sekali

apa tidak lelah? haha tentu saja.. aku hanya langkah-langkah kecil dalam jalanan panjang, besar, yang tak kutahu ujungnya. tapi aku hidup di kilometer ini, telah hidup di kilometer yang lalu. maka biarkan Ia yang kupercaya sebagai satu-satunya penolong pada kilometer selanjutnya

Categories: Uncategorized

memori itu

subhanallah, memori itu luar biasa ya? tiap neuron di otak kita bisa menyimpan ribuan memori barangkali beberapa saat di suatu waktu, aku seperti melihat slide tentang masa yg pernah kulalui. kadang tampak sangat detail. seperti warna baju apa yg pernah kupakai, cuaca saat itu, suasana.. detail. sangat terasa ketika pada suatu masa yg berbeda memori ini tak sama lagi dengan kenyataan. ada yg salah? aku rasa tidak.. seperti halnya bumi yang terus berputar. maka kehidupan pun terus berjalan orang berganti orang, waktu berganti waktu.. detail itu tak lagi sama.. tapi buat apa menghawatirkan masa yg telah berlalu, toh kita tetap punya memori. biar saja aku nikmati, tiap detail yang pernah kuingat walau tak lagi sama, tak mengapa, biarkan saja..

Categories: Uncategorized

Berat Jenis

Seberapa berat bebanmu? relatif
sama seperi berat yang dipengaruhi oleh volume dan massa, sifatnya yang tergantung dari 2 variable lain yang membuat sesuatu memiliki berat.

mungkin benar, mungkin juga salah, namun ini analogi pribadi bahwa beratnya bebanmu, mungkin tak seberat beban orang lain.. singkat kata siapa yang bilang beban kita yang paling berat?
manusia diberi ujian sesuai kadarnya, tidak melebihi kemampuanya. semuanya sudah tertulis, pasti!
tapi manusia tak bisa prediksi

berat, jika kau rasa berat. jika kau rasa hidup itu hanya x menyebabkan y. padahal bisa saja ada varibel intervening atau anteseden disana, who know’s?

beberapa orang berkata “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”, pribadiku tak tahu pasti bagaimana kebenaran aksioma ini, hanya merasa jika kalimat ini digunakan sebagai motivator memang cukup berhasil. ya, berat akan terasa sebagai berat jika kita merasa itu memang berat.

pribadiku meyakini bahwa disetiap ujian yang datang selalu ada titik terang, dengan bekal kesabaran, bukan kesabaran biasa, tapi sabar yang baik.. shobron jamiila. hanya kita yang tahu, benar-benar tahu berapa nilai massa, volume, dan berat, untuk ujian yg datang, untuk kesabaran yang harus kita persiapkan.

Categories: Uncategorized

Rindu

saat malam tiba, tepat ketika gelap mengganti terang, lalu muncul remang sinar temaram yg hanya buatan. tepat ketika seorang duduk sendiri, hanya ia dengan perasaannya. tertegun sejenak namun luar biasa.
rasa-rasanya kapan terakhir seorang ini merasa begitu tenang, tenang dalam sendiri. bukan untuk disesali, hanya terkadang sedikit merindu.
karena ketika hanya seorang, jari-jari lentik ingin kembali menari, menekan barisan huruf yang tertata acak dalam sebuah benda kotak berlayar.
karena ketika hanya seorang, barisan kata-kata seolah terangkai dan menanti untuk tercetak dalam layar, di atas kertas..
ya aku rindu
rindu kembali menoreh barisan-barisan kata yang kurangkai menjadi cerita
Categories: Sajak

Mencoba Jualan

April 21, 2011 1 comment

Setelah menyatakan resign dari pekerjaan sementara di kampus saya memutuskan untuk mencoba berdagang.
sudah lama ingin mencoba, tapi tak cukup punya keberanian..
qodarullah dipertemukan dengan seseorang yang bisa diajak kerjasama..
saya pikir kenapa tak dicoba, karena saya pun sanksi akan “betah” di rumah tanpa beraktivitas..

awalnya saya coba beli 3 buah payung.. payung impor cantik..
dipromosikan lewat media online dan alhamdulillah responnya lumayan baik
pesanan pun datang..

tapi memang beginilah hidup, tidak ada yang tanpa masalah
seperti halnya berdagang.. penuh tantangan dan kemampuan membaca peluang

ternyata berdagang tidak semudah menjadi pekerja yang tinggal terima uang
banyak hal-hal tak terduga yang muncul..
mulai melayani calon pembeli, bermasalah dengan jasa pengiriman barang, bayang-bayang kerugian (haha)
dan masih banyak lagi

sempat down beberapa waktu.. tapi alhamdulillah selalu ada yang kembali memberi semangat
semoga masih ada kesempatan untuk terus memperbaiki..
sambil terus mencoba dan mencari kegiatan positif yang sesuai dengan kemampuan diri..
jaahidy!!! ayo ayo semangat ^^v

sekalian prmosi aah, visit : http://www.toserbadepok.blogspot.com

Categories: Cerita

Anak-anak

Anak-anak…

Sosok makhluk kecil dengan kepolosan yang tidak dibuat-buat
setiap tingkahnya adalah presentasinya atas pengetahuan tentang dunia
setiap tetes air, desain warna, udara dan bau yang tercium adalah pengetahuan baru untuknya
tak layak tentunya jika kekerasan dan pengalaman menyakitkan menjadi pijakan mereka dalam memaknai hidup

Read more…

Categories: Sajak

Elegi #season 2

December 31, 2010 6 comments

Jumat, 30 Desember 2010

Malam hari, hampir di penghujung tahun masehi 2010. Aku dan suamiku jalan-jalan melupakan penat siang hari sekedar berjalan bersama di malam hari. Lalu kami mampir di pusat perbelanjaan untuk membeli sedikit keperluan sehari-hari.
Hari mulai malam, dan kami pulang bersamaan dengan hampir ditutupnya semua kios di pusat perbelanjaan itu. lalu kami pun keluar kembali menghirup udara malam di jalanan depok yang sudah berpolusi. Perhatian kami kemudian tertuju pada sesosok anak kecil, disampingnya ada sebuah karung putih besar, dari situ kami berkesimpulan bahwa ia adalah anak pemulung. Dia tidak peduli dengan riuhnya kendaraan lalu lalang atau gemerlapnya manusia-manusia yang memenuhi jalanan dengan beragam tas belanjaan. Perhatiannya hanya tertuju pada satu lampu, ya hanya satu. Tidak peduli yang lain, sesekali menunduk, atau mendongak menatap langit.

Batinku tersentuh, sedang apa anak sekecil itu (usia SD) masih di luar malam-malam begini. Bukankah jalanan di malam hari bukan tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Lalu kami berinisiatif memberinya sesuatu, bukan uang yang jelas. Sambil menyerahkan bungkusan plastik hitam yang tak seberapa aku bertanya padanya.
“adek lagi ngapain di sini malam-malam?” Read more…

Categories: Cerita
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.