Anak-anak
Anak-anak…

Sosok makhluk kecil dengan kepolosan yang tidak dibuat-buat
setiap tingkahnya adalah presentasinya atas pengetahuan tentang dunia
setiap tetes air, desain warna, udara dan bau yang tercium adalah pengetahuan baru untuknya
tak layak tentunya jika kekerasan dan pengalaman menyakitkan menjadi pijakan mereka dalam memaknai hidup
tak terasa sudah 32 minggu usia kehamilanku
seorang manusia yang belum terlahir hidup dalam rahimku
kurasakan setiap gerakannya sekaligus mendapat hadiah sakit, pegal, rasa tidak nyaman
tapi semuanya tidak mengalahkan rasa rinduku untuk bertemu dengannya
anak ini, adalah anak suamiku
yang akan hadir dalam pernikahan kami yang belum genap setahun, insyaallah..
penatku hilang ketika suamiku menyapa calon anak kami
bicara dan menyapa perut yang membuncit sambil sesekali mengelusnya
sembari menyertakan sebuah kalimat “hai, anak ayah”
subhanallah.. melalui janin ini, Allah menambah rasa cinta diantara kami.
Harapan demi harapan terangkai untuk yang terbaik bagi anak kami kelak
rencana penghidupannya, pendidikannya, semuanya
harapan harapan kami tentang kehidupan tersusun seiring bertambahnya usia kehamilanku
hingga kelak bertambahnya usia anak kami..
Anak adalah harapan dan kebanggaan orang tua.
dan tidak ada seorang pun berhak merampasnya, kecuali Rabb-nya, Allah Azza wa Jalla
Lalu kemudian aku membaca sebuah berita di sebuah media online Foto serdadu AS tertawa Usai Membantai Anak Petani Afghanistan
hati ini teriris, darah bagai mendidih..
tak kuasa membendung air mata yang terkumpul karena emosi.
bagaimana bisa manusia merenggut kebanggaan orangtua
seorang anak yang telah susah payah dikandung, dilahirkan, dan dibesarkan
berakhir dengan kondisi tragis di tangan orang-orang kafir.
yang menganggap nyawa manusia bagai sebuah bola yang bisa dilempar dari tangan ke tangan
yang menganggap bahwa setiap darah yang tertumpah dan tangis anak-anak adalah kesenangan
sungguh, hanya Allah sebaik-baik penolong, Allahul musta’an..
semoga Allah melindungi saudara-saudara kami kaum Muslimin di seluruh dunia..
“Innal ladziina fatanul mu’miniina wal mu’minaati tsumma lam yatuubuu falahum ‘adzaabu jahannama walahum ‘adzaabul khariiq
Sungguh, orang-orang yg mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahannam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yg membakar. (QS Al-Buruuj ayat 10)”














Semangat ya Ibu….semoga anak kita dapat menjadi pencerah kehidupan kita di dunia, dan menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak
.
aamiin ayah.. baarokallahufiyka…
coo cweeettt..
assalamu’alaykum Los :p
wa’alaykumussalaam kak Ima
cieeeh.. uhuy…
anak ini, adalah anak suamiku
yang akan hadir dalam pernikahan kami yang belum genap setahun, insyaallah..
btw..
anak ayah aja ni jadinya??? ibu ga ngakuin akuh ya?? hiks.. hiks… (kata c dede di perut)
hahah,,, nggak dong.. tentunya anak Ibu juga… my lovely hunny bunny.. :-*
mataku selalu berbinar ketika melihat makhluk bernama bayi..:mrgreen:
sehat selalu bu rousta…..
sama mbak Tin… aamiin, jazaakillah khayran ^^
jadi ingin segera memiiki anak *blush*
semoga Allah memudahkan ya pakde.. ^^