Semangat Kembali berkat Kontensia.com. Menulis, Menghidupkan Kehidupan

Menanggapi postingan galau sebelum ini (nunjuk bawah) dimana saat menulis saya sedang dalam tahap terpuruk terpenjara dalam goa #eh dalam mencari makna hidup ini. Yah well, saya ini orang yang aktif bergerak atau mungkin memang disetting demikian. Menurut cerita eyang uti Rousta kecil memang ga bisa diem. Kebawa sampai usia sekolah, puber, dan dewasa muda saat kuliah.

Menjadi Ibu Rumah Tangga itu pilihan, termasuk pilihan saya menjelang lulus kuliah. walaupun sebenarnya ada mimpi yang lain tapi saat itu romantisme menjadi istri dan ibu bergitu menggelayuti. bukan untuk disesali, wong saya bahagia hanya saja bagian diri yang lain meronta karena bagaikan turun mesin. harus dipanasin. sebelumnya kegiatan jual dan beli online begitu menyenangkan. menyenangkan karena ada transferan uang masuk tiap hari hihihi. namun, semua berubah kala negara api menyerang #eh. ya bagai roda pedati semua bergulir.. begitu pula dengan usaha atau bisnis. mungkin saya nya saja yang tidak siap. tidak ada basic menejemen yang baik dan dari pengalaman memang disetting bukan sebagai wirausaha. dan saya rasa saya tidak cukup tangguh di bidang itu

setelah perniagaan sepi, rasa galau kembali menghantui dan itu nggak sehat, benaran. bikin kita nggak produktif hanya karena pikiran-pikiran kita sendiri. merasa tak berguna, terpenjara, nggak bisa apa-apa lalalala. akhirnya curhatlah saya pada teman saya yang kemudian mengingatkan kembali bahwa saya punya blog ini. bahwa saya dulu suka menulis. menulis hal ilmiah sampai nggak ilmiah. mulai nulis dengan riset atau sekedar puisi yang dicoret-coret di binder kala kuliah membosankan.

sejak itulah saya berkenalan dengan kontenesia (www.kontenesia.com). sebuah usaha jasa penyedia artikel untuk mendukung SEO website-website yang menjadi kliennya. kebetulan sekali pas dengan minat dan (mungkin) bakat. akhirnya memberanikan diri mencoba berbekal artikel lama yang pernah saya tulis di blog ini. alhamdulillah gayung bersambut. di kontenesia ini saya bertemu banyak penulis yang hebat, editor yang smart, dan bahasan topik tulisan yang beragam. tidak jarang saya kerap mencari sumber selain pengetahuan terbatas yang ada di otak. Ini menyenangkan! sungguh. kembali mengeksplorasi hal-hal baru.

kontenesia-menulis-berbayar-3

walaupun saya menulis untuk orang lain namun rasanya win win solution. klien kontensia bisa dapat artikel sesuai pesanan, dan saya pribadi dapat kesenangan kepuasan. puas bisa menulis sekian kata sesuai tenggat waktu. puas bisa kembali “hidup”, puas bisa kembali merasa bahwa adrenalin terpacu. punya tujuan, hari ini bangun untuk menyelesaikan satu dua tulisan. sangat sederhana ya? tapi bahagia itu sederhana bukan?

dan satu hal yang sangat berarti bahwa….. ternyata menulis itu tidak gampang! banyak sekali editan dan wejangan sampe teguran saya dapat dari editor. awalnya sedih tapi lama-lama tambah sedih #eh. bagaimana tidak kesalahan tulis bagai terus terjadi. rupanya masih perlu banyak belajar. harus mau! harus bisa! bukankah kita harus menjaga apa yang kita sukai? jika saya suka menulis maka terus berusahalah jadi lebih baik. hidupkan terus rasa suka itu. karena dari hal ini kita bisa lebih memaknai hidup.

ya ya namanya hidup, bukan mudah namanya. dalam melakukan pekerjaan ini pun juga susah-susah gampang, harus bagi waktu antara urusan domestik dan pekerjaan. belum lagi jika berperang melawan mood. tapi jika ibu happy anak-anak pun happy. jadi harus tetap semangaaat!

bagaimana harimu kawan? mari bersama mencari makna hidup. kita buat pelangi kita sendiri \^^/

Categories: Uncategorized

Need Help, I think

Hari ini hanya salah satu hari dari beberapa hari terakhir yang terasa sangat menyesakkan
menyebalkan rasanya berada di persimpangan jalan dan tak tahu harus bagaimana

bahkan tak tahu apakah bisa dan punya pilihan
sekian tahun setelah lulus kuliah kemudian menikah dan punya anak, aku baru merasakannya sekarang
entah syndrom apa ini.

merasa diri tak berguna
hanya melakukan pekerjaan remeh dan menyia nyia kan masa muda ku untuk rutinitas yang itu itu saja
rasanya ingin marah, saat aku ingin mulai melangkah meraih apa yang aku impikan tapi seakan otak sudah dipenuhi hasil oksidasi besi
lama diajak berpikir, tak bisa lagi tenang untuk sekedar menganalisis masalah, tak lagi nyaman untuk membaca dan menulis sesuatu seperti dulu

entah ada bagian dari diriku yang hilang, semangat yang dulu, gairah yang dulu
mungkin jika ini berlanjut aku hanya akan merutuki nasib bersama bertambahnya usia plus berat badanku
menyedihkan, aku yang seorang “bintang” di masa mudaku
kini aku hanya butuh kembali merasa hidup tidak terkekang dengan keribetan entah karena siapa?
apa karena aku sendiri yang menciptakan keribetan itu

kini aku tak lagi berani menjelajah tempat dan waktu yang baru
ironi padahal dahulu aku sering pergi sendirian mencoba tantangan baru, pekerjaan baru, perjalanan baru
semua kini terasa membosankan, dan yang paling parah adalah aku merasa semakin bodoh

ingin rasanya aku kembali kuliah, hidup dengan pertarungan argumen
bercengkrama bersama pustaka-pustaka dan bermain bersama analisa
tapi untuk sampai kesana rasanya berat mungkin otak ku sudah terkena lem korea, lengket

atau aku hanya perlu pergi..
berulang kali terbersit untuk pergi entah kemana, ke suatu tempat yang belum pernah ku kunjungi tanpa ada keribetan sana sini

aku ingin kembali muda, merasakan kembali masa muda itu
aku tak ingin tua.. bayang-bayang usia kepala 3 membuatku begidik..

anyone can help me?

Categories: Uncategorized

Hello

Malam..

depok hari ini cerah berawan, secerah hatiku yang kembali bisa membuka blog ini. sudah sangat lama… sejak terakhir kali post di web ini
deg-deg an buka notifikasi yang tidak banyak..
semoga bisa aktif lagi ngeblog walau sebentar ^^

Categories: Uncategorized

Jalanan Itu..

December 28, 2012 3 comments

Image

pada suatu waktu mungkin..
pernah ku menemui jalan seolah panjang tanpa ujung
kemudian kumerasa lelah untuk mengetahui kemana akhirnya
penuh ketidakpastian bisa jadi gelap bisa jadi terang yang ada disana
namun berat pula melangkah kembali ke belakang
akhirnya pun melangkah terus dengan bekal bayangan dan perkiraan yang kubuat sendiri tentang ujung jalan itu
jika sesekali cahaya menghampiri maka semakin cepat kuberjalan, mungkin sampai setangah berlari.
tapi kala gelap datang menyapa walau sebentar langkahku terhenti
bisa saja kemudian diam tak bergerak, atau dengan menangis manja memutar arah langkahku
atau…
terus saja berjalan dengan pelan-pelan, mungkin bahkan berjinjit hingga tak terdengar langkahku
hanya karena aku pernah melihat cahaya, dengan harapan pasti ia akan datang lagi
lalu pikir dan ucapku pun melantun.. menggema sepanjang jalanan itu sambil terus menggerakkan kaki untuk maju.
ya, karena yg ada di belakang tak bisa kau ajak serta selamanya.. ia hanya kenangan, yang bisa diambil pelajaran
ia akan menjadi harapan
ia juga akan menjadi ancaman
tapi jalanan ini butuh hati yang kuat, hati yang yakin bahwa hanya ada satu. satu-satunya penolong yang akan dengan mudah memberi cahaya yang aku butuhkan ketika ku pinta/tidak sama sekali

apa tidak lelah? haha tentu saja.. aku hanya langkah-langkah kecil dalam jalanan panjang, besar, yang tak kutahu ujungnya. tapi aku hidup di kilometer ini, telah hidup di kilometer yang lalu. maka biarkan Ia yang kupercaya sebagai satu-satunya penolong pada kilometer selanjutnya

Categories: Uncategorized

memori itu

subhanallah, memori itu luar biasa ya? tiap neuron di otak kita bisa menyimpan ribuan memori barangkali beberapa saat di suatu waktu, aku seperti melihat slide tentang masa yg pernah kulalui. kadang tampak sangat detail. seperti warna baju apa yg pernah kupakai, cuaca saat itu, suasana.. detail. sangat terasa ketika pada suatu masa yg berbeda memori ini tak sama lagi dengan kenyataan. ada yg salah? aku rasa tidak.. seperti halnya bumi yang terus berputar. maka kehidupan pun terus berjalan orang berganti orang, waktu berganti waktu.. detail itu tak lagi sama.. tapi buat apa menghawatirkan masa yg telah berlalu, toh kita tetap punya memori. biar saja aku nikmati, tiap detail yang pernah kuingat walau tak lagi sama, tak mengapa, biarkan saja..

Categories: Uncategorized

Berat Jenis

Seberapa berat bebanmu? relatif
sama seperi berat yang dipengaruhi oleh volume dan massa, sifatnya yang tergantung dari 2 variable lain yang membuat sesuatu memiliki berat.

mungkin benar, mungkin juga salah, namun ini analogi pribadi bahwa beratnya bebanmu, mungkin tak seberat beban orang lain.. singkat kata siapa yang bilang beban kita yang paling berat?
manusia diberi ujian sesuai kadarnya, tidak melebihi kemampuanya. semuanya sudah tertulis, pasti!
tapi manusia tak bisa prediksi

berat, jika kau rasa berat. jika kau rasa hidup itu hanya x menyebabkan y. padahal bisa saja ada varibel intervening atau anteseden disana, who know’s?

beberapa orang berkata “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”, pribadiku tak tahu pasti bagaimana kebenaran aksioma ini, hanya merasa jika kalimat ini digunakan sebagai motivator memang cukup berhasil. ya, berat akan terasa sebagai berat jika kita merasa itu memang berat.

pribadiku meyakini bahwa disetiap ujian yang datang selalu ada titik terang, dengan bekal kesabaran, bukan kesabaran biasa, tapi sabar yang baik.. shobron jamiila. hanya kita yang tahu, benar-benar tahu berapa nilai massa, volume, dan berat, untuk ujian yg datang, untuk kesabaran yang harus kita persiapkan.

Categories: Uncategorized

Rindu

saat malam tiba, tepat ketika gelap mengganti terang, lalu muncul remang sinar temaram yg hanya buatan. tepat ketika seorang duduk sendiri, hanya ia dengan perasaannya. tertegun sejenak namun luar biasa.
rasa-rasanya kapan terakhir seorang ini merasa begitu tenang, tenang dalam sendiri. bukan untuk disesali, hanya terkadang sedikit merindu.
karena ketika hanya seorang, jari-jari lentik ingin kembali menari, menekan barisan huruf yang tertata acak dalam sebuah benda kotak berlayar.
karena ketika hanya seorang, barisan kata-kata seolah terangkai dan menanti untuk tercetak dalam layar, di atas kertas..
ya aku rindu
rindu kembali menoreh barisan-barisan kata yang kurangkai menjadi cerita
Categories: Sajak
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.