Home > Sajak > Ah, Dunia Maya

Ah, Dunia Maya

Ah, Dunia Maya
08 Februari 2009

Senyum
Tawa
Tersungging ketika mata menatap
Sebuah kotak bercahaya
Sambil jemari terus menari
Di sebuah mouse kecil

Kerut dahi,
Senyum lagi,
Lalu tawa,
Kemudian….datar

Semakin datar ketika kotak itu kutinggalkan
Ketika jemari tak lagi menari

Senyum lagi,
Ketika mataku tak lagi hanya pada sebuah kotak
Tapi…pada warna
Dimana-mana!

Ketika nenek tua di stasiun UI dengan wajah penuh keriput menengadahkan tangan pada sebuah mangkuk tanpa berkata.

Ketika riuh diskusi terus terdengar di setiap bayang manusia lalu lalang di depan gerai buku ”Cak Tarno”.

Ketika deret manusia menunggu beberapa lembar mendoan melambai-lambai di atas penggorengan.

Tawa lagi,
Ketika tangan menjabat para sahabat
Ketika bibir melantunkan salam
Ketika balutan kain di atas kulit terasa basah

Mengerutkan dahi,
Ketika deretan teori mengiringi
Ketika masa depan ”mau jadi apa?” terus berkelana di kepala
Ketika tak siap menghadapi dunia dan
Ketika dompet tak lagi berisi

Ah, dunia maya
Terkadang membawa kosong dalam nyataku
Tapi kau, dunia Maya!
Membuatku lena, tak hanya tentang kotak itu,
Tapi juga dalam batok kelapa, dan dalam tulang dada.

-no piracy, be an honour person-

Categories: Sajak
  1. March 7, 2009 at 9:53 am

    Puisinya bagus, walau sebenernya saya ga terlalu ngerti puisi..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: