Home > Opini > Apa yang Kamu Cari?

Apa yang Kamu Cari?

caritiba-tiba teringat perkataan Prof. Ibnu di kelas terakhir etika dan filsafat komunikasi “mulailah mempertanyakan untuk apa kamu diciptakan di dunia?”

dasar filsafat, mempertanyakan sesuatu yang pasti terjadi kadangkala, hanya saja kemudian kembali merenung…
hem,,, di antara r
utinitas dunia setiap hari sering kali kita lupa memang dengan tugas kita di dunia. Tugas yang paling hakiki hanya untuk Dia yang menciptakan dan mengirimkan kita ke dunia.
Suatu proses yang unik kadang-kadang karena bagi setiap orang memahami kehadiran DIA ini akan sangat berbeda.
Esensinya, cara pendekatannya, metodologinya… walaupun acapkali objektifnya sama.
Dalam sebuah penelitian sistematis perbedaan ini jelas wajar, lihat kasusnya apa maka teori dan metode yang digunakan akan kembali berbeda.
Tetapi untuk masalah hubungan hamba dengan Tuhannya mungkinkah harusnya berbeda?
Yang saya yakini sih tidak, saya bukannya anti keberagaman, bukan,,, hanya sekedar bertanya mengapa bisa?

Manusia dengan beragam kemampuannya kadang kala merasa mampu mengendalikan kehidupan, merasa benar atas kebenaran yang lain, unsur subjektivitas.
Tetapi masalah agama bisakah? Memang banyak keterbatasan jika mencari sumber legalitas atas sesuatu terkadang kejadian masa lalu tak menyisakan jejak, tetapi bayang-bayang toh tak akan lepas dari sosoknya… ia tetap ada selama matahari ada.

Tinggal dicari sebenarnya kan?
Sehingga sebaiknya sebuah keuputusan bukan merupakan hasil sesaat tetapi proses. mengkaji benarkah dasarnya.

Sama seperti upaya hegemoni, jika fakta yang ditampilkan setengah-setengah maka malah menjadi bentuk propaganda.

Hal menarik sama untuk kasus dakwah agama. Saya lihat ini sebagai bentuk hegemoni, hanya saja terlalu banyak metode dan sumber yang kemudian memberi konstruksi yang salah terhadap apa yang ingin disampaikan.

maka saya tertarik dengan kata seorang teman dalam facebooknya bahwa dakwah bukan cuma masalah semangat tapi ilmu.
Butuh kesadaran, keikhlasan, dan pikiran yang terbuka untuk menemukan mana yang benar dari sekian banyak ilmu yang berserak. Yang bentuknya sudah menjelma, terafiliasi, terhegemoni,,, tapi yang benar itu tetap ada. Pasti ada…

dan kebenaran itu ada tidak semerta-merta datang, tapi karena kita yang mencari…
Maka, ayo kita mengaji…

-nggak ngerti nulis apa sebenernya-

Categories: Opini
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: