Home > Sajak > Rindu

Rindu

saat malam tiba, tepat ketika gelap mengganti terang, lalu muncul remang sinar temaram yg hanya buatan. tepat ketika seorang duduk sendiri, hanya ia dengan perasaannya. tertegun sejenak namun luar biasa.
rasa-rasanya kapan terakhir seorang ini merasa begitu tenang, tenang dalam sendiri. bukan untuk disesali, hanya terkadang sedikit merindu.
karena ketika hanya seorang, jari-jari lentik ingin kembali menari, menekan barisan huruf yang tertata acak dalam sebuah benda kotak berlayar.
karena ketika hanya seorang, barisan kata-kata seolah terangkai dan menanti untuk tercetak dalam layar, di atas kertas..
ya aku rindu
rindu kembali menoreh barisan-barisan kata yang kurangkai menjadi cerita
Categories: Sajak
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: