Archive

Archive for the ‘Sajak’ Category

Rindu

saat malam tiba, tepat ketika gelap mengganti terang, lalu muncul remang sinar temaram yg hanya buatan. tepat ketika seorang duduk sendiri, hanya ia dengan perasaannya. tertegun sejenak namun luar biasa.
rasa-rasanya kapan terakhir seorang ini merasa begitu tenang, tenang dalam sendiri. bukan untuk disesali, hanya terkadang sedikit merindu.
karena ketika hanya seorang, jari-jari lentik ingin kembali menari, menekan barisan huruf yang tertata acak dalam sebuah benda kotak berlayar.
karena ketika hanya seorang, barisan kata-kata seolah terangkai dan menanti untuk tercetak dalam layar, di atas kertas..
ya aku rindu
rindu kembali menoreh barisan-barisan kata yang kurangkai menjadi cerita
Advertisements
Categories: Sajak

Anak-anak

Anak-anak…

Sosok makhluk kecil dengan kepolosan yang tidak dibuat-buat
setiap tingkahnya adalah presentasinya atas pengetahuan tentang dunia
setiap tetes air, desain warna, udara dan bau yang tercium adalah pengetahuan baru untuknya
tak layak tentunya jika kekerasan dan pengalaman menyakitkan menjadi pijakan mereka dalam memaknai hidup

Read more…

Categories: Sajak

Aku Rindu

Rindu aku pada riuhnya tawa
rindu aku pada harumnya semangat

ketika roda terus berputar menapaki jalan jalan baru
tak terasa ada sederet kenangan tertinggal
meninggalkan jejak yang bisa saja perlahan terhapus

namun sunguh aku rindu
merindukan saat-saat dimana peluh dan karbon monoksida menemani jejak penuntut ilmu
rindu saat tawa manis menghias para serdadu ilmu yang telah sembuh sedikit hausnya

entah kapan lagi, mungkin tak lama lagi
ah, sungguh aku rindu

Categories: Sajak

Jejakku kutinggalkan

kutinggalkan jejakku dalam tanah basah tak berbatu
tetapi ia tak lama bertahan..
menghilang..
dalam riuhnya hujan
dalam irama bulir yang jatuh, jejakku kan berganti dengan jejak yang lain

terutup..
sama seperti halnya aku ada di dunia
hanya sebentar
sama seperti jejakku
ada untuk sementara
dikenali untuk beberapa saat
tapi kemudian akan sirna dalam hitungan waktu
tapi jejakku
tercetak di tanah itu
setidaknya menandakan ia pernah ada di situ
mungkin berarti
mungkin juga tidak
kemudian ku bayangkan ada begitu banyak jejak
yang tercetak setiap detiknya
dalam tanah-tanah basah
sama seperti keberadaan manusia, berjuta, bermilyar di dunia
sementara ya sementara

 

(rousta, 24 05 2010)

Categories: Sajak

Bunga Baru Mekar


Hey!!!
Ada bunga mekar di taman yang sebelumnya gersang
bahkan sebelumnya kerak dengan angkuh tak mau berpindah dari bebatuan yang berserakan

Hey!!!
bunga ini baru saja mekar
berkembang dengan susah dan payah
bersama tiupan angin yang bahkan tak membawa titik air

bunga ini bisa saja layu
kembali meredup, menunduk, lalu gugur

semoga cuaca tak lagi menyiksa
dengan rela memberi sinar penghidupan
dan sejuk air harapan

semua tergantung dari rasa dan kendali atas nya..

(DRF, 04052010)

Categories: Sajak

Hanya Ingin Menangis


ingin Menangis
hanya karena rasa sesak
yang makin menghujam hati

ingin menangis
hanya karena akal tak mampu lagi,
mencari kenyataan logis dari pelik
rasa yang saat ini menghantui

ingin menangis
hanya karena kaki,
tak ingin melangkah, seolah

ingin menangis
hanya karena tujuan dan asa
jauh tertinggal di belakang keadaan

tapi.. menangianya akan sia-sia
untuk hal yang tak berguna
bernama putus asa..

(Dian Rousta Febryanti, 04052010)

Categories: Sajak

Cinta…

Cinta adalah akad dan perjanjian…
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan…
cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan…

Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan…
akan cerah kehidupan…
akan menari hati…
dan akan bersih qalbu…

Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan
dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan

kalaulah bukan dengan cinta,
maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya,
Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya
tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam,
dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi

(Ustadz Armen Halim Naro rahimahullah dalam kitab buhul cinta)

Categories: Sajak